My Life is My Message

Just another WordPress.com site

#DearMama

DARI UTENK

Buat Ibu

Assalamualaikum Wr. Wb
Hehehe… utenk tidak biasa ya, mengirim surat seperti ini. Gak ada apa-apa kok bu. Cuma ingin mengucapkan terima kasih. Dan MAAF…

Maaf yang sebesar-besarnya, karena sampai saat ini, detik ini, Utenk masih jadi beban pikiran di hati ibu. Dan ayah juga. Utenk kadang benci ke diri sendiri. Benci karena sebagai anak tertua, bukannya nyenengin orangtua, malah bikin susah terus.
Utenk gak ada maksud bunda, buat bikin susah terus.

Dulu jaman sekolah, Utenk kerjaannya maiiiiin terus. Bikin ulah terus sama guru. Bikin Ibu malu menghadap ke Wali Kelas kalau pembagian raport.

Kerjaannya tiap hari membantah terus. Bikin nangis ibu gara-gara keras kepala. Ya Allah…. ampunilah utenk Ya Allah… Kalau mengingat masa-masa itu nyeseeeeeelll banget.

Terus, waktu mulai bekerja pun masih bikin susah. Karena kerja sambil kuliah, yang ada masih perlu disupport keluarga. Niat yang tadinya mau mulai menata masa depan dan membuat bangga keluarga jadi tergoyahkan. Utenk lalu menyalahkan keadaan. Menyalahkan kenapa utenk tidak bisa kuliah normal saja tanpa harus sambil bekerja.

Lalu, hal yang paling krusial. Soal jodoh utenk. Kekhawatiran yang awalnya menyebalkan. Karena sebenarnya utenk tidak polos-polos amat dengan cinta. Dari jaman sekolah sampai bekerja sudah lumayanlah mempunyai beberapa pengalaman bercinta. Tapi ibu coba menjodohkan utenk. Dan utenk menolak! Utenk yang waktu itu baru putus masih mengharapkan dia. Dan dengan seribu alasan mencoba menghindari perjodohan. Gak pulang. Bergadang nyobain clubbing. Untunglah utenk dididik keras dari kecil, jadi kalau ada kesempatan setan mengajak melakukan hal-hal terlarang. Utenk punya ketakutan sendiri. Dan mundur dari melakukan hal tersebut. Dan sekarang utenk sadar, ketakutan itu adalah bentuk rasa hormat dan sayang utenk pada orang tua

Aahhh, ya sudahlah. Yang sudah berlalu memang tidak perlu disesali lagi. Alhamdulillahnya, kuliah utenk selesai tepat waktu ya. Dan gelar sarjana yang utenk perjuangkan susah payah, sampai akhirnya mati rasa dengan gelar tersebut. Tapi bu ternyata! Ternyata ibu sangat bangga dengan gelar utenk. Subhanallah… sampai utenk dibikinkan syukuran tumpengan. Foto wisuda diperbesar. Belum lagi dicetak versi kecil dan diedarkan. Ya Allah… maafkan aku yang telah memperkecil arti karunia-Mu ya Allah..

Sekarang sudah terhitung 2 tahun berarti utenk lulus kuliah. Dan 6 tahun terhitung sudah bekerja. Utenk sudah merasa menunaikan keinginan ibu dan ayah. Jadi analis kimia, kuliah dan lulus sebagai teknik industri.
Hihihi, jadi ingat waktu dijodohkan itu. Pada akhirnya utenk menerima, itulah titik balik semuanya. Utenk cerita semua apa yang terjadi sama utenk. Dari hati ke hati ya sama Ibu. Dan selama utenk jadi anak ibu, baru kali itu kita mulai bercerita apa yang ibu mau, apa yang utenk mau. Sayangnya memang belum jodohnya ya, si pria itu yang dijodohkan malah mundur dan mengejar karir di Papua sana. Kalau memang jodohnya akan kembali ya bu…

Utenk sekarang mantap. Iya, utenk belum bisa membahagiakan ibu. Belum bisa bawa calon suami yang mapan ke rumah seperti harapan ibu karena utenk masih single-happy. Tenang saja bu, utenk ingat itu akan jadi kebahagiaan tertinggi ibu ketika hal itu terjadi (yaitu membawa calon suami mapan, hihi)

Tapi utenk sekarang akan berusaha menyelaraskan antara impian utenk sendiri dan keinginan ibu. Ya, utenk punya banyak impian dan kebanyakan impian itu adalah untuk membuat bangga keluarga. Memberangkatkan haji, menopang keuangan keluarga, jadi mandiri, bisa jadi kakak yang baik untuk dua adik utenk. Mempunyai lebih banyak waktu (dan uang) buat ngerawat ibu sekarang soalnya maagnya sering kambuh.

Utenk semenjak lulus kuliah bertekad untuk tidak mau kerja di laboratorium lagi karena sangat menyita waktu dan pikiran. Alahamdulillah ini sudah tercapai juga.

Waktunya mengejar impian utenk sesungguhnya. Ya, 2011 ini benar-benar tahun yang berat. Mulai dari masalah kerjaan utenk yang berimbas ke rumah. Lalu satu persatu tetangga seumuran utenk udah nikah. Terima kasih bu, untuk tegar dan gak bertanya atau berkata sesuatu. Hihi, walaupun utenk tahu Ibu galau didalam hati.

2011 tahun yang berat, tapi entah kenapa dimudahkan dalam utenk mencapai impian. Karena selangkah demi selangkah, impian itu makin bersinar. Utenk yakin, itu semua berkat doa Ibu juga di setiap sujudmu bu…Jadi utenk optimis menyambut 2012 ini. Terus doakan utenk ya bu.

Salam tempel hidung (hihi)

Utenk.

Leave a comment »

Image Again…

Leave a comment »