My Life is My Message

Just another WordPress.com site

Palembang : Jembatan, Sungai dan Kuliner

Dinas Kerja.
Pada pertengahan tahun 2011 lalu, saya berkesempatan pergi ke kota Palembang selama 4 hari dalam rangka dinas kerja. Wow! Palembang. Kita semua tahu makanan unggulan yang berasal dari Palembang adalah Mpek-mpek, Empek, Pempek atau apalah sebutannya.
Saya suka pempek, sangat suka. Dan datang langsung ke kota asal pempek menjadi sebuah kegembiraan tersendiri. Walaupun selama ini cukup sering mendapatkan oleh-oleh pempek asli Palembang. Apapunlah…pokoknya makan pempek Palembang asli langsung di kota Palembang. Menarik kan terdengarnya?

Palembang
Hari pertama dan kedua saya masih berkutat rapat dengan klien. Walaupun tidak sabar menanti saatnya mencicipi kuliner Palembang. Beruntungnya, pada saat makan siang di hari-hari rapat tersebut. Saya mendapat pindang ikan yang lezat. Jujur, saya belum pernah makan pindang ikan. Baru mendengar namanya saja. Dan ini berarti inilah kali pertama saya makan pindang ikan. Begitu sampai di meja makan pun, harumnya sudah terasa. Tampilannya memang tidak menarik, hanya disajikan di mangkuk putih sedang. Dan berkuah kental, bening agak sedikit keruh. Kemungkinan dari kaldunya. Wuah, menyantap ini saat makan siang di sela-sela rapat sungguh meningkatkan energi kembali.

Pempek.
Ketika keesokan harinya saya akhirnya bisa mengunjungi gerai pempek. Saya pun langsung mendatangi toko Beringin. Dimana toko ini terkenal dengan pempek panggangnya. Pempek panggang ini sangat jarang terdapat. Kita biasa makan dan beli pempek yang digoreng bukan? Saya pesan 2 porsi pempek panggang dan mie celor. Lain halnya dengan pindang, nama mie celor ini saya malah baru tahu ketika mengunjungi toko ini. Dan ternyata yang datang adalah sebuah mangkok besar, dengan didalamnya terdapat mie yang bulat dan kenyal dengan kuah santan yang berwarna merah. Langsung saja saya santap mie celor itu. Dan rasanya benar-benar luar biasa. Rasa udangnya terasa sekali, bercampur sempurna dengan aroma telur dan santan. Benar-benar makanan wajib jika ke Palembang lagi. Selanjutnya, makan pempek panggang menjadi pelengkap wisata kuliner saya. Dimana yang membedakan pempek ini dengan pempek lainnya adalah ada kuah pedas di dalam pempek tersebut. Dan luarnya yang lebih kering dibanding pempek biasa. Karena hasil panggangan tersebut. Nyummy. Hahh.. sungguh orang Palembang tahu bagaimana caranya memanjakan lidah.

Jembatan Ampera.
Setelah mengisi perut sekaligus memanjakan lidah dengan pempek dan mie celor. Saya dan kedua rekan saya pun memutuskan berjalan-jalan di kota Palembang. Mungkin di antara kalian ada yang bertanya-tanya, mengisi perut cukup dengan pempek saja. Yah, mungkin kita semua termasuk saya yang terbiasa makan nasi menganggap pempek itu hanya sebuah camilan saja. Tapi sejauh pengamatan saya, orang Palembang itu menjadikan Pempek sebagai makanan utamanya. Bahkan di pagi hari pun Pempek disajikan berdampingan dengan nasi uduk. Jadi alih-alih warteg-warteg yang bertebaran sana-sini, adanya warung yang menjual Pempek yang banyak bertebaran.

Oke, yang penting kami mau jalan-jalan setelah kenyang. Setelah 2 hari penuh dengan presentasi, berdebat dan penyajian data. Dari jam 9 pagi hingga pukul 6 petang dalam 2 hari. Bisa terbayang kan lelahnya otak kami.
Jadi saat kami meminta ke driver untuk mengantarkan kami. Dengan senang hati dia mengantarkan kami ke jembatan ampera.Sambil bercerita detail. Jadi jembatan ampera itu menghubungkan dua bagian di kota Palembang. Bagian hulu dan bagian hilir. Dimana akan sangat kontras sekali terlihat. Kota Palembang itu kota besar, tapi entah kenapa pembngunnya berpusat di hilir. Di daerah hulu begitu kita menyeberangi jembatan Ampera akan langsung terasa gersang. Malahan, kami diminta untuk menutup kaca jendela rapat-rapat dan pastikan pintu telah dikunci.
Agak, sedikit membuat kami takut. Selidik punya selidik,di daerah hulu ini terkenal kejahatan berkelompok dengan modus membuka paksa dan merampok mobil yang sedang berhenti sementara.Lebih sering saat lampu merah. Lanjutnya, sebenarnya kejahatan tersebut sudah jarang terdengar. Itu adalah masa lalu. Tapi tak ada salahnya berjaga-jaga.

Stadion.
Dan, untunglah. Ketakutan hanyalah tetap menjadi ketakutan saja. Rupanya kejahatan tersebut telah ditumpas. Dan kami bisa keliling-keliling di daerah hulu tanpa mengalami kejadian yang mengkhawatirkan.
Sangat gersang memang. Mall dan gedung-gedung baru hanya ada di daerah hilir. Di bagian hulu rumah-rumah terlihat kusam. Tidak ada mall dan gedung-gedung tinggi. Sudah mulai terlihat sih adanya pemerataan pembangunan seperti dibangunnya gedung BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan gedung Kapolda baru dibangun di daerah hulu ini. Saya yakin ke depannya pemerataan lebih ditingkatkan. Komitmen pemerintah daerah Palembang telah terlihat untuk melakukan pemerataan pembangunan.

Perjalananan di bagian hulu ini diakhiri ke stadion Jaka Baring. Melihat persiapan yang ada, karena waktu itu akan diadakan perhelatan Sea Games 2011. Cukup sibuk terlihat persiapan sana-sini. Pekerja dimana-mana, gundukan semen disana-sini. Kami jadi ikut merasakan euforia Sea Games yang akan diadakan.
Selesai melihat stadion Jaka Baring, kami memutuskan untuk kembali ke bagian hilir saja. Ada yang lucu, di sini kami menyadari stadion Jaka Baring ini seolah-olah merupakan ujung dari bagian hulu ini. Setalah itu, tidak ada apa-apa lagi. Entah kenapa kami bisa mendapatkan kesan seperti itu.

Benteng Kuto Besak.
Kembali ke bagian hilir, pikiran kami sudah tidak tahu entah mau kemana lagi mau jalan-jalannya. Akhirnya supir pun mengantar kami bertiga ke Benteng Kuto Besak. Itu bahasa Palembang, yang artinya Benteng Kota Besar.
Daaaan, suasananya sangat damai. Tidak, tidak sepi dan sunyi. Malah, ramai sekali orang yang datang kesini. Benteng Kuto Besak adalah sebuah lapangan besar yang menghadap sungai Musi dan tentunya juga menghadap jembatan Ampera. Lapangan ini didekorasi sisi-sisinya dengan dekorasi khas Palembang.
Kami sampai di Benteng Kuto Besak ini sekitar jam 2 siang.Pikiran penat, badan capai karena lelah bekerja. Dan suasananya sangat damai. Kami jalan menyusuri lapangan dari ujung hingga ke ujung. Tanpa banyak bicara. Kadang sesekali berfoto, atau berfoto sendiri dengan kamera dari handphone. Mengamati gerombolan-gerombolan yang berada di sana dan disini. Tua, muda, perempuan dan lelaki. Disinari sinar matahari yang mulai berkurang kekuatan sengatannya.
Mulai menjelang sore, bahkan ada yang berlatih skateboarding di seluncuran tangga. Mengagumkan. Kami mengamati itu semua tanpa mengobrol. Memandang di kejauhan jembatan Ampera nun jauh di sana. Berlatarkan arak-arakan awan sore. Hanya meresapi suasana. Sesekali menjawab pesan di telepon. Tidak lupa juga, sesekali bunyi kapal melintas. Kapal kecil tentunya.

Sungai.
Dulu, di sungai Musi ini bisa melintas kapal-kapal besar. Itu cerita dari sopir yang membawa kami. Entah sejak kapan menjadi tidak bisa. Terlihat memang, jembatan Ampera itu seperti terbelah di tengah. Padahal itu bekas katrol yang digunakan untuk menaik-turunkan jembatan. Kini, hanya kapal-kapal kecil saja yang bisa melewati jembatan ampera. Sungainya sendiri terhitung cukup jernih.
Ketika waktu menunjukkan pukul 5 sore, kami melihat ada kapal yang ditambatkan di dekat Benteng Kuto Besak tersebut. Kami pun mendekati seseorang yang tampaknya pemilik kapal. Ternyata memang itu kapal sewaan. Kami harus membayar 150 ribu jika ingin menyewa dan dia akan mengantarkan kami. Ke pulau klenteng

Pulau Klenteng.
Tunggu, pulau klenteng? Ada pulau dengan klenteng? Whoaaa, sungguh suatu destinasi yang menarik. Kami pun bertanya lagi ke pemilik kapal berapa lama perjalanan untuk sampai ke pulau tersebut? Pemilik kapal tersebut menyebutkan kurang lebih 2 jam jika mau ke pulau tersebut. Hmmm… pulang pergi menghabiskan waktu 4 jam, belum waktu untuk melihat-lihat..
Berembug, akhirnya kami memutuskan untuk tidak berangkat. Karena pasti akan sampai jauh malam sekali jika kami berangkat juga. Sayang sekali. Kalau tahu lebih awal, mungkin kami akan bisa mengunjungi klenteng tersebut. Yah…memang belum rejekinya.
Kembali ke Benteng Kuto Besak , kami duduk di tempat berundak dimana kami bisa melihat keseluruhan benteng kuto besaK ini.
Sinar mataharinya sudah berwarna orange. Menunjukkan, sebentar lagi akan sunset. Menakjubkan, kami bisa melihat sunset disini. Dengan sayup-sayup riuh suara orang ramai di lapangan sebesar ini. Kami tidak benar-benar menyesal tidak berangkat ke pulau klenteng. Karena perasaan damai pun sudah kami dapatkan disini.
Pada saat setelah sunset, kami sempat memanggil beberapa pengamen yang dari tadi berseliweran. Meminta mereka untuk bernyanyi khas Palembang. Dan bernyanyilah mereka dengan penuh semangat selama kurang lebih lima belas menit. Entah lagu apa yang mereka nyanyikan, lagu lokal yang penuh semangat. Yang jelas kami terhibur. Sayangnya kami lupa untuk merekamnya.
Hari ke empat kami akhirnya kembali ke Jakarta. Dinas kerja saya dan rekan kerja saya pun berakhir lancar. Kami bisa bekerja, sekaligus menikmati apa yang ditawarkan oleh kota Palembang.

Ditya, 2012

Advertisements
Leave a comment »

(Touch Korea Tour) 3 Things in Korea That I Wanna Do

(NOTE : This is an English version of my write about Touch Korea Tour. If you want to read in Bahasa Indonesia, you can go to THIS LINK.^^ Thank You…) 

I Looooovvee Korea, South Korea. Love it so much.
And yes, more or less it influenced by Hallyu Wave that recently happens. I admitted, the tourism organization of Korea is working very well. By making K Pop music industry as an attraction. That is really genius i think.
I’ve never been to Korea. But if I am given the opportunity by the Korea Tourism Organization to be able to visit there, here’s three things I want to do there. Or more 😀
Why do must 3 things, while so many things I want to do there? so I’ll split them up into several parts.

Here are the first 3 things that i wanna do in South Korea
1. Visiting Teddy Bear Museum


There are several Teddy Bear Museum in the world. but one of them in Seoul is pretty much visited by people. The contents, of course a variety of shapes teddy bear. small, large, medium. also the history of the teddy bear.

2. Visiting JeongBang waterfall


This one of the waterfalls in Korea which is also frequented by people. Famous because the waterfall is falling directly into the sea. That is the charm. Wow, been to here would definitely be a very interesting experience

3. Visiting K Pop Centre, or just visit the entertainment company’s

YG, JYP, Cube and of course! SM Entertainment 😀 . I want to visit the companies building. And if that not allowed, at least i can take a picture within the building.

Well, it still count as 3, right? 😀
And the second “3 things that i wanna do in South Korea
1. Take a romantic tour K-Drama “Winter Sonata” in Nami Island


Winter sonata is a famous korean drama. Untill Nami Island is famous too, and become trip destination. In there we can see a place from the best scene of winter sonata. And art show too.

2. Explore GyungBonk Palace


One of the palace in Seoul. Pretty famous. We can walk around here and thought to be part of the ancient dynasty Joeson 😀  There is National Folk Museum of Korea in this palace.

3. Visiting Kimchi museum


I like kimchiiiii! ^ ^ So been here also definitely on my list. Here there is collection of the history and variations of kimchi and nutritional value it contains. In addition, the museum also collects various data and statistics, conducting research on kimchi. Ssstt, we know how to make a kimchi directly. Is this very interesting huh?

Wowwww, getting more excited! So many things to do in Korea then. The next “3 things that i wanna do in South Korea” is :

1. Visiting famous universities


One of them is Korea University. Korea University is one of the leading private university in Seoul, South Korea and has two campuses, the campus Anam (largest) and a second campus in Jochiwon. Korea University was established in 1905, is one of three major universities in South Korea. Korea University consists of 81 departments, 15 high schools and 75 research institutes. The total number of students reached 30,000 people, include the undergraduate, masters, and doctoral degrees. As part of its globalization efforts, Korea University held a student exchange program with other universities around the world

2. Festival.
I want to experience the joy of the festivities there. Hopefully if I had the opportunity to get there was held a festival.

3. Visiting Namsan Tower

Famous as a installed thousands of locks of love there, so there is a legend, if the couple who put the lock there and throw away the key into the river, it will be a lasting couple forever. Since i am single, happy lady now, I would just look at thousands of padlocks, or there might be a miracle and I am getting there mate? Only God knows 😀

Well, it’s done to listing “3 things I want to do in Korea”. Plus-plus. Ha.
This list may grow over time and you know that the Hallyu wave more expend and expanded. Hopefully I was selected by the KTO. And can recount my real experience to the world, how fantastic trip to Korea.

Leave a comment »