My Life is My Message

Just another WordPress.com site

So, They Will Not Comeback

Angga menuruni tangga coffee shop perlahan lahan. Disampingnya Rianti mengikuti langkahnya. Bersenandung. Dress putih yang dikenakan Rianti menambah manis parasnya.

 

“Kamu tidak lelah?”

 

Rianti hanya menggeleng. Tersenyum.

 

Dan hanya seperti itulah jawaban Rianti keesokan harinya. Dan keesokan harinya lagi. Saat mereka sedang makan nasi goreng berdua. Saat menyebrangi jembatan busway. Saat menikmati sore di taman dekat rumah Rianti.

 

Hanya itu yang dilakukan Rianti,menggeleng dan tersenyum.

 

Angga sendiri tidak mempermasalahkan hal itu. Baginya cukup seperti ini, Rianti menggenggam tangannya dan terus berada di sebelahnya.

 

Kiki hanya memandangi mereka berdua dari belakang. Taman sore itu benar-benar sejuk.

 

“Kiki…” suara ibunya memanggil. ”  ayo, nanti kita kesorean untuk ziarah”

 

Sore itu Kiki dan ibunya memang akan ziarah ke makan kakaknya,Angga. yang setahun lalu kecelakaan berdua dengan tunangannya.

@WritersClub 21 March Place : Tjap Toean, 2nd floor at Citywalk Sudirman

Leave a comment »

More To Life For Us :)

There’s gotta be more to life. Than chasing down every temporary high. To satisfy me ’cause the more that I’m Trippin’ out, thinkin’ there must be more to life. Well, there’s life but I’m sure there’s gotta be more. I’m wanting moreMore To Life- Stacie Orico

 

What do you want to be more to life?

Apa kita hidup hanya mengikuti alur sekolah-kuliah-kerja-menikah and that’s all?

Well, it not bad at all….siklus itu kan memang sudah garisan hidup seorang manusia. Tapi pernah tidak sih terbesit keinginan untuk menambahkan sesuatu yang berarti ke dalam hidup kita? Memberikan arti dan warna tidak hanya mengerjakan siklus rutin kehidupan.

Sebenarnya system yang berlaku di dunia sekarang ini entahlah sejak kapan dimulainya, tapi terasa sekali ‘merantai’ kita. Do the same thing, every day-every month-every year, from 8 to 5 at out table.

Apa tidak ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan orang yang kita sayangi : keluarga, orang tua, kekasih, sahabat-sahabat.

“tapi darimana kita makan dan bertahan hidup kalau tidak bekerja?” pertanyaan sejenis ini pasti terlontarkan.

Sekarang ini banyak orang memutuskan menjadi entrepreuneur atau pebisnis karena menginginkan juga waktu luang yang lebih banyak tapi tetap bisa berpenghasilan. Jangan juga langsung resign dan terjun jadi pebisnis hanya karena panik. Pilah-pilah dahulu bidang mana yang ingin ditekuni.

Kalau merasa punya keahlian lebih seperti menulis atau graphic designer atau programmer, kenapa tidak mulai menerima job sampingan? Keahlian-keahlian di atas itu banyak sekali ditawarkan untuk side job. Job-job tersebut bisa kita kerjakan selepas jam kerja. Alhasil kita punya penghasilan tambahan deh.

Nah, pertanyaan selanjutnya adalah, darimana kita bisa tahu sidejob-sidejob tersebut? Hmm, pasti belum tahu tentang freelancer.co.id ya? Freelancer.co.id adalah situs dimana kita bisa menemukan ribuan sidejob yang sesuai dengan passion kita. Sidejobnya berasal dari seluruh dunia pula. Keren kan, portfolio kita bisa bertambah. Jika sudah banyak mengerjakan side job, kita bisa dengan bangganya mengatakan kalau  kita adalah seorang professional freelancer ;D

Cara bergabung di Freelancer.co.id pun sangat mudah. Semudah join membuat email dan sebagainya. As simple as 1. 2. 3.  Ketik saja www.Freelancer.co.id maka kita akan masuk ke halaman seperti di bawah ini.

Image

Nah daftarkan diri kita dengan klik ‘Daftar’ dan ikuti langkah-langkah untuk mendaftar : isikan identitas, isikan alamat email dan tunggu beberapa saat sampai ada notifikasi di email bahwa kita sudah berhasil terdaftar di Freelancer.co.id. Selanjutnya, yang penting untuk dilakukan pertama kali adalah mengatur profil kita. Aturlah tampilan serta biografi kita selayaknya orang yang sedang mencari pekerjaan. Buatlah image professional yang kita inginkan.

Jika sudah, maka kita pun siap mencari sidejob yang sesuai. Dengan tenggat waktu yang kita mampu. Sebagai contoh, jika pekerjaan menulis yang kita incar maka kita bisa mencari di bagian ‘writing’  maka kita bisa pilih ribuan pekerjaan sampingan yang membutuhkan keahlian menulis.

Jika penghasilan freelancenya sudah bisa mencukupi kebutuhan hidup kita. Baru deh kita bisa memberanikan diri untuk resign dari perusahaan tempat kita bekerja dan jadi full freelancer dan menikmati hidup. Gak perlu jadi milyarder lho untuk bisa menikmati hidup. Karena sebenarnya yang memukau dari menjadi milyarder itu adalah ide bahwa seorang milyarder bisa menikmati hidup, punya banyak waktu luang tanpa harus mencemaskan tentang bertahan hidup. Nah, freelancer juga seperti itu bukan? Enjoy your life then! 🙂

Leave a comment »