My Life is My Message

Just another WordPress.com site

Ada Tanya dari New York

copysual

Pagi ini saya dapat imel dari seorang teman yang sudah beberapa tahun tinggal di New York, AS. Imel itu berisi berita tentang Indonesia yang dia baca di surat kabar kondang; The New York Times.

Di akhir suratnya dia bertanya, “Sebegitu parahnya kah korupsi di Indonesia?  Sebegitu sabarnya kah rakyat Indonesia yang terus-menerus dibodohi?

>>>>>>

Top Indonesian Judge Held in Corruption Case

 By JOE COCHRANE

Published: October 3, 2013

“JAKARTA, Indonesia — The chief justice of Indonesia’s Constitutional Court was arrested this week in a nighttime raid on his official residence by anticorruption investigators, who accused the justice of taking a bribe to issue a favorable verdict in an election dispute.

The justice, Akil Mochtar, 62, was appointed to the Constitutional Court in 2008 and became chief justice in April. He was arrested around 10 p.m. on Wednesday at his home in a government-owned housing complex in South Jakarta. Two…

View original post 396 more words

Leave a comment »

Little Miss Indonesia is Bugging Me!!

SAZQUEEN

Dulu, jaman hamil, channel yang sering saya tonton adalah Discovery Home & Health karena ada banyak program soal ibu hamil dan segala cerita serta problemnya. Selain itu, ada juga yang menarik, namanya Toddlers & Tiaras, yang di setiap episodenya menceritakan kompetisi 3 keluarga yang mengikutsertakan anak balitanya di beauty pageant contest. Terus terang, setiap nonton, saya takut! Hahaha..

toddlers-and-tiaras

Iya, ngeri gitu ngeliat anak-anak yang masih kecil banget, udah ‘dipaksa’ untuk pakai roll rambut pas bangun tidur, pake make up layaknya orang dewasa (saya aja gak segitu lengkapnya kalo pake make up), pake fake nails and nail polish, fake eyelashes, bahkan sampe dikasih gula supaya sugar high jadi ketawa melulu. I was like, WHAT THE HELL?? Setiap nonton tayangan Toddlers & Tiaras, saya makin lama makin ngerti kenapa kontes kecantikan di beberapa negara bagian barat sana, menjadi hal yang penting dalam hidup remaja putri. Seakan-akan, mereka memang dilahirkan untuk ikut kontes…

View original post 467 more words

Leave a comment »

The 14 Essential Differences Between Writers and Storytellers

Trent Lewin

Writers embrace the lost art of using a typewriter, but have now morphed into the age of computers and file storage in the cloud.  Storytellers have recently evolved out of the practice of flinging their own feces at cave walls and smearing it about with a dull stick.

Writers speak in low, thoughtful tones, and everyone gathers around them at parties as they spontaneously leap into a wine-heightened progression of playful prose and insightful social commentary.  Storytellers are generally at the same party, twitching in a closet as they fumble about with an over-willing partner, or, more often, by themselves.

Writers concern themselves with things like “form” and “vocabulary” and “grammar”.  Storytellers concern themselves with wondering why writers are such total twats.

Writers create impossible tangles of prose that often result in them having death sentences pronounced upon them by enraged religious sects based on a three-word phrase that they…

View original post 737 more words

Leave a comment »

Kamu Dapat Ijin Untuk Tampil Cantik! :)

“You think I’m gorgeus…you wanna date me..you wanna marry me.”

Sepenggal dialog yang dinyanyikan dalam Miss Congeniality ini cukup mengena di hati saya. Miss Congeniality, film yang diproduksi tahun 2000 ini diperankan oleh Sandra Bullock dan beberapa bintang lainnya. Film ini menceritakan tentang seorang opsir wanita yang sehari-harinya bersikap  slengean, makan dengan berantakan, dan doyan mengatakan kata-kata kasar tiba-tiba harus mempercantik dirinya karena harus menyusup masuk ke dalam sebuah kontes kecantikan untuk mengungkapkan kejahatan. Dalam perjalanannya, ia malah bersahabat dengan para calon ratu kecantikan yang ada, belajar dan saling mendukung satu sama lain. Dia malah menemukan jati dirinya sebagai seorang wanita yang memang ingin selalu tampil cantik dan ‘lebih’ dibanding kaum pria.

Film ini menarik, karena mampu memotret dengan halus kebutuhan dasar seorang wanita. Menjadi cantik. Kita sebagai wanita, sadar ataupun tidak sadar, pasti merasakan kebutuhan dasar tersebut. Bahkan seorang wanita dengan sifat cuek dan slengean pun masih senang terlihat cantik seperti yang terjadi di film Miss Congeniality ini. Apalagi kalau sampai membuahkan pujian dari lingkungan sekitar. Tapi apakah lalu menjadi cantik serta merta menjadi tujuan utama hidup kita, kaum wanita?

Dahulu kala, saat peralatan kecantikan belum seperti sekarang ini. Konon katanya Cleopatra merendam tubuhnya dengan susu agar kulitnya terjaga kesegarannya. Bahkan yang lebih ektrem lagi, Ratu Mesir ini sampai perlu memerintahkan para pengawalnya mencari cairan emas yang sulit didapat. Tujuannya, agar sang Ratu bisa berendam dengan cairan emas agar tetap cantik!

Ada lagi geisha-geisha pada waktu jaman Kekaisaran Jepang. Mereka menggunakan bedak yang berasal dari logam-logam yang berbahaya untuk kulit hanya untuk tampil cantik di depan tamu-tamunya.

Untungnya di masa sekarang ini produk kecantikan dengan bahan berkualitas sudah mulai didapatkan. Jadi kita tidak perlu repot-repot mandi emas untuk bisa terlihat cantik. Bahan-bahan yang digunakan pun tidak seekstrem dahulu kala karena adanya perkembangan teknologi.

Coba deh bayangkan situasi ini, Saat sore hari ketika seharusnya kita sudah bisa bernapas lega karena pekerjaan di hari itu sudah selesai. Tiba-tiba klien penting menelepon minta bertemu dan mengajak dinner meeting.

Terbayang dong wajah kita yang sudah layu, kucel dan tidak segar? Masa iya kita mau menemui klien dengan sisa dandanan kita? Posisikan saja kita sebagai klien, tentunya hati kita pun akan lebih happy kalau bertemu seorang wanita pekerja yang rapi, wangi dan tersenyum segar.

Nah, rangkaian produk Caring Colours menjawab ini. Caring Colours telah meluncurkan serangkaian produk baru. Beauty Licence Caring Colours. Sudah bisa ditebak, ini adalah ijin absah kita untuk tampil cantik! 😀

Ya habis, produk ini lengkap sekali. Semua yang kita butuhkan dalam satu hari semuanya ada dalam 1 buah paket. Ada 3 macam warna lipstick Caring Colours Happy Series (warna Pink, Merah tua dan coklat), lalu ada 3 macam warna eye shadow Caring Colours Happy Series (warna pink, ungu dan pink muda), 1 buah blush on (pink), 1 buah two way cake (warna natural), 1 mini mascara (warna hitam) yang sudah terdapat sponge dan aplikatornya.  Semuanya ini dikemas dalam sebuah pouch cantik yang dilengkapi sebuah cermin.

Image

Ini adalah ‘senjata’ andalan kita sehari-hari nih. Apalagi untuk situasi mendadak seperti yang saya ceritakan di atas.

Saya sendiri kalau sedang dinner meeting dengan klien, lebih suka memakai warna pink untuk mata dan pewarna bibir. Jadi pilihan Beauty License ini pas banget untuk kebiasaan make-up saya. Habisnya, kulit saya yang putih kadang terlalu pucat kalau memakai warna coklat atau nude. Jadi untuk sekedar memberi warna kehidupan, warna pink sungguh cocok di wajah saya. Warna pink juga akan terasa lebih segar di malam hari yang mengandalkan pencahayaan lampu.

Nah, kalau sudah tampil cantik dan penuh percaya diri seperti itu. Maka saya pun siap meet up dengan klien lagi dan brainstorming untuk project yang ada di depan. Harapan saya sih, semua brainstorming itu menghasilkan keputusan berarti. Makanya kalau meet up dengan klien bisa-bisa sampai jauh malam baru selesai.

Oiya, jangan khawatir juga kalau kulit wajah akan rusak kalau terlalu lama memakai Beauty License ini. Rangkaian Beauty License ini semuanya mengandung vitamin yang benar-benar bermanfaat bagi kulit wajah.

Lipsticknya mengandung bahan aktif alami Brazillian Pepper yang membantu merawat kelembaban kulit dari pengaruh buruk lingkungan dan sancha ¨C inchioil extract yang merupakan sumber alami Omega 3. Omega 3 diketahui juga sebagai pemicu pembentukan hormon endorphin dan dopamine yang menimbulkan rasa bahagia sdehingga meningkatkan mikro sirkulasi pembuluh darah yang dapat memperlancar peredaran darah, mengurangi stress dan ketegangan pada kulit wajah sehingga kulit wajah pun terlihat lebih cantik berseri dan sehat bercahaya.

Lalu Two way cakenya mengandung moisturizer, Anti Pollutant, Anti Oksidant, Anti Iritasi dan SPF 15. Bermanfaat menutup noda hitam, menjaga kelembutan kulit, menjaga kulit dari iritasi, berfungsi sebagai antioksidan serta melindungi kulit wajah dari sinar UV dan polusi.

Dan terakhir, blush on dari Beauty License ini mengandung kandungan Vitamin A, Vitamin E dan UV Protection bermanfaat menjaga kelembutan kulit wajah, sebagai anti oksidan serta melindungi kulit wajah dari sinar UV.

Jadi bukan sekedar melindungi, dan memberi warna untuk wajah kita. Beauty License pun menyehatkan kulit wajah lho.

Memang sih kata orang kecantikan itu asalnya dari kecantikan hati. Tapi kalau kita bisa menyempurnakan kecantikan hati kita dengan make up yang sempurna maka hasilnya juga akan lebih gemilang bukan?

Siapa saja yang sudah memakai Beauty License-nya Caring Colours ini? Ayo kita sharing pengalaman! 🙂

Oiya, kalau pengen tahu lebih tentang Beauty Licence-nya Caring Colours ini bisa Like Facebook Caring Colours lho. Disana banyak info-info menarik seputar kecantikan dan karir. Bisa juga ke halaman Young Caring Professional Award nya.

xoxo

Ditya

1 Comment »

Seandainya Samsung Ultrabook Sudah Ada Dari Dulu…

Dulu, duluuu sekali. jauh berabad-abad yang lalu, orang menggunakan batu dan daun lontar sebagai alat komunikasi dan jejak rekam informasi. Para leluhur menyampaikan informasi untuk generasi di bawahnya. sehingga para cucu mereka bisa mengetahui apa yang terjadi dengan leluhur mereka. Dari situlah tercipta legenda-legenda. karena ceritanya bisa berkembang sedemikian jauhnya.
Kini, jaman sudah berubah. semenjak komputer pertama ditemukan pada tahun 1822 informasi dengan mudahnya direkam berupa data digital. Terlebih, setelah ditemukannya internet atau world wide web. Lalu kemudian penemuan LCD hingga terciptalah komputer jinjing.
Sekarang, komputer jinjing atau laptop atau notebook, apapun kita menyebutnya, menjadi bagian dari kehidupan warga urban. Untuk mengerjakan tugas sekolah, tugas kuliah, atau bahkan mengerjakan presentasi untuk klien, kita mengerjakannya dengan laptop. Laptop sudah menjadi kebutuhan primer sebagian dari warga kota besar. Laptop bukan lagi barang mewah. kita sudah jamak melihat orang membawa-bawa laptop di angkot, kereta dan bis. Terbayang dong kalau membawa-bawa komputer jinjing yang beratnya 3 hingga 5 kg selama perjalanan 1 jam lebih? Bisa-bisa tiap bulan kita butuh tukang pijat karena otot-otot kita terlalu lelah membawa beban berlebih tiap hari.
Saya sendiri dulu mengalami ini waktu belum lulus kuliah. Dikarenakan kuliah sambil bekerja, jadi membawa-bawa laptop seberat hampir 5 kg+chargernya ke kantor. Pulang kantor laptop berat tercinta itu saya jinjing lagi ke tempat kuliah. Habis mau bagaimana lagi, perlu banget sih untuk mengerjakan tugas kuliah dan skripsi (dari situ saya tahu kenapa skripsi itu menyeramkan hehehehe) Kalau laptop itu tidak saya bawa, pastinya mati gaya kalau mau mengerjakan tugas atau sekedar transfer data. Dan, laptop memang memberikan sumbangsih nyata. Tugas-tugas kuliah selesai. Bahkan presentasi tugas akhir pun saya lakukan dengan laptop tercinta ini.

BH3T10uCcAAdlH9

(tas laptop beserta isinya yang saya cintai ^_^)

Sekarang kalau ditanya lagi, apa mau berjuang lagi seperti itu. Eeemmhh, saya pastinya harus berpikir ulang dulu pastinya. hehehe.

Eits, tunggu dulu. Sepertinya produk Samsung yang terbaru ini bisa menjawab problem ini. Samsung telah mengeluarkan produk Samsung Ultrabook yang suuuuuupeeer tipis.

Yang pastinya saya perhatikan pertama kali pastinya beratnya berapa? Ternyata berat total hanya 1.46 kg saja. 1 kg lebih dikit. Bisa dibawa jalan cepet nih. Maklum saya ini tukang meeting dari satu gedung ke gedung lain buat presentasi proyek. Pastinya urusan berat masih jadi concern saya.

Dan wow, OS nya sudah pakai Windows 8. Jadi kita tidak perlu repot-repot lagi beli dan instal Windows 8 yang lagi happening itu.

Satu lagi yang jadi concern saya, Full HD  dari Series 7 Ultra memberikan resolusi dua kali* lebih baik. Memudahkan untuk menjalankan beberapa program bersamaan, tanpa perlu berganti window. Waah, presentasi saya ke klien kan full colour biar proyeknya goal. Kalau Full HD lebih asyik lagi pastinya! 🙂

Saya sendiri sudah cukup puas dengan 2 spesifikasi unggulan tersebut #gampangpuas.

Samsung Ultrabook

Lagipula Samsung memberi jaminan kaya gini :

• Windows 8 (64-bit)
• Intel® Core™ i5 Processor 3337U
• AMD Radeon™ HD 8570M Graphics with 1GB gDDR3
• Ultra Slim & Light
• Longer Battery Life

Makin puaslah saya ;D. Tapi kalau mau lebih ngulik lagi spesifikasi detailnya bisa ke sini :

http://www.samsung.com/id/consumer/computers-printer/notebook-pc/ultra-portable/NP730U3E-S01ID?cid=id_seocompetion_ultrabook_2013

Kalau sudah lihat spesifikasinya, kasih tahu saya ya apa lagi keunggulan yang jadi concern kamu.

Jadi, saya sih sudah jatuh cinta dengan Samsung Ultrabook ini. Mau banget kalau ada yang ngasih. 😀

xoxo

Ditya

Leave a comment »

Mencicip Rasa Jailolo

Tulisan ini diikutkan dalam Jailolo, I’m Coming!”

Blog Contest yang diselenggarakan oleh Wego Indonesia dan Festival Teluk Jailolo

Jailolo.

Terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara.  Jailolo merupakan salah satu hidden treasure Indonesia.  Dengan hanya 3 jam perjalanan dari Jakarta menuju Ternate, lalu dilanjutkan 40 menit memakai speedboat.

Sejarah dunia mencatat Jailolo sebagai bagian dari masa lalu yang harus diingat. Portugis dan penjelajahannya. Kebutuhan rempah-rempah dari Benua Eropa membawa armada Portugis mendarat di Jailolo bertahun-tahun lalu. Cengkih dan pala adalah dua buah rempah-rempah yang mudah ditemui  disana. Lalu jika kita ke Jailolo, apakah hanya akan menemui rempah dan rempah saja?

Tentu saja tidak. Kesempatan yang tidak boleh dilewatkan kalau berada di Jailolo adalah berpetualang di alamnya yang jarang tersentuh.

gunung jailolo

(sumber gambar di sini )

Air yang hangat. Gunung yang bertemu laut. Sungguh keindahan Indonesia yang tidak ada tandingannya bukan?

Lalu tunggu sampai bisa melihat Festival Teluk Jailolo. Layaknya negeri kita tercinta Indonesia yang bangga akan hasil buminya. Penduduk Jailolo pun sangat bangga akan golden-spicenya yang sudah terkenal seantero dunia. Golden-spice inilah yang dipamerkan di festival ini.

Di Festival Teluk Jailolo , mula-mula hasil panen akan dipamerkan, diarak keliling kampung dengan tari-tarian dan perayaan yang meriah! Perayaan ini biasa disebut spice parade. Semua perayaan di Festival Teluk Jailolo berpusat pada spice, spice dan spice 🙂

Festival_teluk_jailolo_2012

Lalu setelah itu puncak acara pun dimulai. Tarian khas Jailolo lalu dilanjutkan dengan drama musikal. Untuk tahun 2013 ini drama musikalnya konon akan bertajuk Sasadu on the Sea. Drama musikal ini ternyata mempunyai makna, interpretasi, pesan, serta harapan untuk menjadi inspirasi dalam meraih impian dan cita-cita bagi generasi muda juga seluruh masyarakat Halmahera Barat.

Huwaa…pasti keren sekali kalau saya bisa menyaksikan langsung Festival Teluk Jailolo ini. Festival yang berlangsung di pertengahan Mei ini sudah menjadi Festival tahunan. Dengan materi dan peserta Festival yang dipastikan semakin meriah tiap tahunnya.

Kalau dipikir-pikir, Indonesia benar-benar tidak kalah ya dengan negara lain yang menggembar-gemborkan keindahan alamnya. Pantai-pantai kita juga tidak kalah bagus dengan Maldive, yang konon katanya surga dunia itu.  Saya rasa, hanya kurang promosi saja sih.

Lihat Korea, Jepang, Australia bahkan negara tetangga kita Malaysia. Promo wisata mereka memakai video-video dramatis yang didukung oleh pemerintahnya. Saya rasa, bahkan promo tentang Festival Jailolo ini bahkan tidak perlu efek dramatis karena memang sudah sedemikian indahnya.  Hanya perlu dukungan pemerintah serta channel distribusi yang tepat. Kita bisa lho memanfaatkan social media berbasis travelling seperti Couchsurfing, WorldNomads atau channel distribusi lainnya.

Perlu perjuangan panjang memang, tapi apakah tidak akan bangga jika kita dikenal sebagai warga dari “Real Emerald From Khatulistiwa” ?

xoxo

Ditya

Liburan_gratis_Jailolo

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber dan inspirasi tulisan berasal dari : 

1. http://www.festivaltelukjailolo2013.com/

2. http://www.indonesia.travel/id/event/detail/611

3. http://www.youtube.com 

Leave a comment »

So, They Will Not Comeback

Angga menuruni tangga coffee shop perlahan lahan. Disampingnya Rianti mengikuti langkahnya. Bersenandung. Dress putih yang dikenakan Rianti menambah manis parasnya.

 

“Kamu tidak lelah?”

 

Rianti hanya menggeleng. Tersenyum.

 

Dan hanya seperti itulah jawaban Rianti keesokan harinya. Dan keesokan harinya lagi. Saat mereka sedang makan nasi goreng berdua. Saat menyebrangi jembatan busway. Saat menikmati sore di taman dekat rumah Rianti.

 

Hanya itu yang dilakukan Rianti,menggeleng dan tersenyum.

 

Angga sendiri tidak mempermasalahkan hal itu. Baginya cukup seperti ini, Rianti menggenggam tangannya dan terus berada di sebelahnya.

 

Kiki hanya memandangi mereka berdua dari belakang. Taman sore itu benar-benar sejuk.

 

“Kiki…” suara ibunya memanggil. ”  ayo, nanti kita kesorean untuk ziarah”

 

Sore itu Kiki dan ibunya memang akan ziarah ke makan kakaknya,Angga. yang setahun lalu kecelakaan berdua dengan tunangannya.

@WritersClub 21 March Place : Tjap Toean, 2nd floor at Citywalk Sudirman

Leave a comment »

More To Life For Us :)

There’s gotta be more to life. Than chasing down every temporary high. To satisfy me ’cause the more that I’m Trippin’ out, thinkin’ there must be more to life. Well, there’s life but I’m sure there’s gotta be more. I’m wanting moreMore To Life- Stacie Orico

 

What do you want to be more to life?

Apa kita hidup hanya mengikuti alur sekolah-kuliah-kerja-menikah and that’s all?

Well, it not bad at all….siklus itu kan memang sudah garisan hidup seorang manusia. Tapi pernah tidak sih terbesit keinginan untuk menambahkan sesuatu yang berarti ke dalam hidup kita? Memberikan arti dan warna tidak hanya mengerjakan siklus rutin kehidupan.

Sebenarnya system yang berlaku di dunia sekarang ini entahlah sejak kapan dimulainya, tapi terasa sekali ‘merantai’ kita. Do the same thing, every day-every month-every year, from 8 to 5 at out table.

Apa tidak ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan orang yang kita sayangi : keluarga, orang tua, kekasih, sahabat-sahabat.

“tapi darimana kita makan dan bertahan hidup kalau tidak bekerja?” pertanyaan sejenis ini pasti terlontarkan.

Sekarang ini banyak orang memutuskan menjadi entrepreuneur atau pebisnis karena menginginkan juga waktu luang yang lebih banyak tapi tetap bisa berpenghasilan. Jangan juga langsung resign dan terjun jadi pebisnis hanya karena panik. Pilah-pilah dahulu bidang mana yang ingin ditekuni.

Kalau merasa punya keahlian lebih seperti menulis atau graphic designer atau programmer, kenapa tidak mulai menerima job sampingan? Keahlian-keahlian di atas itu banyak sekali ditawarkan untuk side job. Job-job tersebut bisa kita kerjakan selepas jam kerja. Alhasil kita punya penghasilan tambahan deh.

Nah, pertanyaan selanjutnya adalah, darimana kita bisa tahu sidejob-sidejob tersebut? Hmm, pasti belum tahu tentang freelancer.co.id ya? Freelancer.co.id adalah situs dimana kita bisa menemukan ribuan sidejob yang sesuai dengan passion kita. Sidejobnya berasal dari seluruh dunia pula. Keren kan, portfolio kita bisa bertambah. Jika sudah banyak mengerjakan side job, kita bisa dengan bangganya mengatakan kalau  kita adalah seorang professional freelancer ;D

Cara bergabung di Freelancer.co.id pun sangat mudah. Semudah join membuat email dan sebagainya. As simple as 1. 2. 3.  Ketik saja www.Freelancer.co.id maka kita akan masuk ke halaman seperti di bawah ini.

Image

Nah daftarkan diri kita dengan klik ‘Daftar’ dan ikuti langkah-langkah untuk mendaftar : isikan identitas, isikan alamat email dan tunggu beberapa saat sampai ada notifikasi di email bahwa kita sudah berhasil terdaftar di Freelancer.co.id. Selanjutnya, yang penting untuk dilakukan pertama kali adalah mengatur profil kita. Aturlah tampilan serta biografi kita selayaknya orang yang sedang mencari pekerjaan. Buatlah image professional yang kita inginkan.

Jika sudah, maka kita pun siap mencari sidejob yang sesuai. Dengan tenggat waktu yang kita mampu. Sebagai contoh, jika pekerjaan menulis yang kita incar maka kita bisa mencari di bagian ‘writing’  maka kita bisa pilih ribuan pekerjaan sampingan yang membutuhkan keahlian menulis.

Jika penghasilan freelancenya sudah bisa mencukupi kebutuhan hidup kita. Baru deh kita bisa memberanikan diri untuk resign dari perusahaan tempat kita bekerja dan jadi full freelancer dan menikmati hidup. Gak perlu jadi milyarder lho untuk bisa menikmati hidup. Karena sebenarnya yang memukau dari menjadi milyarder itu adalah ide bahwa seorang milyarder bisa menikmati hidup, punya banyak waktu luang tanpa harus mencemaskan tentang bertahan hidup. Nah, freelancer juga seperti itu bukan? Enjoy your life then! 🙂

Leave a comment »

My life is SOOOOOOOOOO wonderfull!

Teppy and Her Other Sides

Sampai detik ini, setiap gue selesai chatting, telponan, ngobrol, bahkan ketika gue lagi ngelamun sambil leyeh-leyeh di kamar, gue selalu merasa serasa hati gue meleleh ketika inget betapa gue sangat beruntung dan diberkati, karena dikelilingi oleh orang-orang yang baik.

Keluarga.
Sahabat.
Teman-teman baru.
Kenalan baru.
Pembaca blog.
Follower Twitter.
Teman-teman kantor.
Semuanya.

Dari gue kecil, SMP, SMA, kuliah, kerja, dan bergaul di luar lingkaran itu, selalu ada orang-orang yang menjadi sahabat terdekat, bahkan ada yang kini kenal satu sama lain juga, walaupun tadinya beda circle.

Dan kebaikan mereka tulus banget. Sampai lo speechless. Sampai setiap lo selesai chatting/telponan/ngobrol/ngumpul sama mereka, lo selalu pulang dengan hati hangat.

Sampai ketika lo bepergian sendirian, mereka akan menyertakan doa dan well wishes, mengharapkan gue akan senang di perjalanan dan berangkat dan pulang dengan selamat.

Orang-orang yang menguatkan lo ketika lo sedih, menenangkan lo ketika lo panik, mengingatkan lo ketika…

View original post 211 more words

2 Comments »

Late in Lawrenceburg

sethsnap

Tonight while out and about, I took a few photos of a small town called Lawrenceburg, Indiana.  Lawrenceburg is just a few miles west of Cincinnati, Ohio. It sits on the Ohio River and is now known for it’s casino, Hollywood.

These photos were taken on the top floor of a parking garage overlooking the city.  I set my shutter on thirty seconds, the maximum allowed by my Nikon D3100.  The long shutter allowed as much light to enter the camera.  This caused the street lights to have a twinkle and any passing car to be one red or white line.

It was cold tonight and waiting thirty seconds for the shutter to close was a bit painful. (It also takes about thirty seconds after the shutter closes for the picture to be processed.) However, the steam from the factories flowed across the city and made for a foggy…

View original post 22 more words

Leave a comment »